3 Tahun Pertama Usia Rawan Dalam Pernikahan

Pernikahan dapat diibaratkan sebagai bahtera yang sedang berlabuh di lautan, kadang tenang tak bergoncang tapi tak jarang diterjang ombak dan badai. Dalam bahtera ada nahkoda yang mengarahkan kapal ke tempat tujuan, menghadapi badai supaya tak kandas di tengah lautan.

Seperti itulah pernikahan, kadang begitu membahagiakan dan menyenangkan tapi kadang juga menyakitkan dan pahit jika ditelan. Sehingga tidak salah istilah “pernikahan itu tak seindah yang dibayangkan” karena ada saat-saat tidak menyenangkan. Memiliki keluarga sakinah merupakan idaman tiap pasangan, tetapi untuk mewujudkannya bukan perkara yang mudah. Butuh kesungguhan dan kesabaran dari kedua belah pihak.

Di 3 tahun pertama, merupakan usia rawan pernikahan. Mengapa dikatakan demikian? Karena saat itu merupakan waktu untuk saling mengenal dan mengetahui karakter dan sifat masing-masing pasangan. Bahkan seseorang akan terus menemukan sesuatu yang belum diketahui sebelumnya dari pasangannya meskipun telah menikah bertahun-tahun, apalagi bagi pasangan yang menikah tanpa melalui proses pacaran.

Mereka butuh waktu yang lama untuk saling mengenal. Di usia rawan pernikahan ini akan ditemukan pasangan yang sering bertengkar, bahkan masalah sepele pun bisa jadi masalah besar. Pasangan usia muda rata-rata lebih sering bertengkar daripada yang telah dewasa, karena pasangan usia muda masih mendahulukan ego masing-masing. Selain itu mereka juga memiliki gengsi yang tinggi sehingga berat untuk meminta maaf duluan meskipun bersalah. Berbeda dengan pasangan yang telah dewasa, biasanya mereka lebih mampu mengendalikan diri dan berpikir jernih.

Meskipun demikian, di 3 tahun pertama tetap menjadi usia rawan pernikahan. Dalam proses saling mengenal tersebut tidak jarang dijumpai sesuatu yang mengejutkan dari pasangannya, kadang itu menimbulkan rasa semakin sayang atau juga membuat kecewa dan tidak suka. Karena tiap orang memiliki kelebihan sekaligus kekurangan, jadi jika seseorang sudah memutuskan menikah dengan pilihannya maka dia harus menerima apa yang ada pada pasangannya baik itu menyenangkan atau tidak.

Salah satu contoh yang paling sederhananya adalah kebiasaan buruk pasangan, misalnya ngorok ketika tidur, suka menggigiti kuku, ceroboh, tidak bisa rapi, dan sebagainya. Sedangkan contoh kebiasaan atau sifat yang bisa menyenangkan pasangan adalah rapi, bersih, dermawan, perhatian pada orang tua, sabar, dan lain-lain. Jika masing-masing pasangan tidak bisa bersabar dan berusaha memahami kekurangan pasangannya, keluarga sakinah akan sulit terwujud. Bahkan tidak sedikit yang memutuskan untuk bercerai walaupun sebenarnya masalahnya bisa dikompromikan.

Oleh sebab itu, supaya keluarga sakinah dapat terwujud di 3 tahun pertama usia perkawinan maka ada tips-tipsnya. Pertama, Ikhlaskan hati untuk menerima semua kelebihan dan kekurangan pasangan. Kedua, bersabarlah menghadapi sesuatu yang tidak menyenangkan dari pasangan. Ketiga, berilah masukan pada pasangan tentang hal tersebut dan utarakan apa yang Anda inginkan.

Jika pasangan belum juga berubah maka tetaplah bersabar. Keempat, berusahalah untuk menghilangkan atau merubah sesuatu pada diri Anda yang tidak disukai pasangan Anda tanpa memaksakan diri. Dengan demikian diharapkan pasangan juga akan melakukan hal yang sama. Kelima, cintailah pasangan dengan tulus. Walaupun 3 tahun pertama merupakan usia rawan pernikahan, namun dengan usaha yang sungguh-sungguh diharapkan kedua belah pihak dapat melaluinya dengan mulus.

Pencarian Terpopuler:

3 tahun pernikahan, usia rawan pernikahan, memiliki rumah pada usia pernikahan 3 tahun, masalah pernikahan usia 3 tahun, pasangan beda umur jauh rentan cerai.

3 Responses to "3 Tahun Pertama Usia Rawan Dalam Pernikahan"

  1. pongo says:

    kalo sekedar hal sepele, mungkin 3 thn atau puluhan tahun akan dapat dilalui dengan baik.
    kalo udah berurusan dengan hal yg lebih dalam, apa mungkin bisa yakin, jangankan puluhan tahun, sekedar 3 tahun aja belum tentu akan sampe??

  2. rumah tangga says:

    menarik sekali artikelnya untuk dibaca, terima kasih sudah share ilmu. saya nantikan artikel selanjutnya pastinya yang lebih menarik lagi…

  3. gearesti says:

    terimakasih artikel nya sangat membantu

Leave a Reply